Mengkomunikasikan Makna Penderitaan pada Ibu dari Anak Penyandang Autis

Jenny McCarthy, aktris sekaligus ibu dari anak autistik
Picture source: www.personal.psu.edu

Di saat orang tua dengan anak autis menghadapi konflik dan tekanan pasca diagnosis yang diberikan oleh dokter maupun psikolog, mereka akan melewati serangkaian siklus stres. Siklus ini, jika disikapi dengan tepat, dapat mengarah pada proses aktualisasi diri dan bagaimana mereka akhirnya mampu memaknai arti penderitaan (meaning of suffering). Kajian literatur dalam penelitian ini difokuskan pada analisis bagaimana dua ibu dari anak autis, Adriana Ginanjar (psikolog) dan Jenny McCarthy (model dan aktris) menghadapi stres dan konflik, hingga akhirnya melewati proses “makna penderitaan”. Di sini juga akan dideskripsikan bagaimana ibu tersebut menciptakan aktualisasi diri dan dapat mengkomunikasikan arti penderitaan. Dari analisis kasus yang dilakukan, dengan mengambil perspektif teori dan konsep penelitian tentang proses komunikasi, pengembangan diri, makna hidup dan aktualisasi diri, dapat disimpulkan bahwa orang tua dengan anak-anak autis bisa mengatasi stres dan konflik, yang akhirnya mengarah pada bagaimana mereka dapat menyelidiki potensi mereka dan menciptakan aktualisasi diri.

Selengkapnya, dapat diunduh di sini: Mengkomunikasikan Meaning of Suffering pada Ibu dari Anak Penyandang Autis

This entry was posted in Riset. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>